TANJUNG ENIM, SUATU HUJAN

Menjelang maghrib
Derai itu jatuh
Liris
Bagai almanak terulang
Pada suatu masa kanak-kanak kita

Ingatan mengambang
Diantara sayup suara surau
“Ada yang tak bisa diubah waktu,
ia hadir pada saat-saat tertentu”

Seorang anak kecil di beranda
Ikut bernyanyi bersama bapaknya.

Semacam nubuat dari seberang
Menguar bersama wangi tanah
“Siapa yang mampu melewati kegelapan,
Ia akan terjaga bersama cahaya”

Basah daun-daun kering
Luruh lamunan picisan
Semenjak stasiun dan dermaga

Apalagi yang kita kenang
dari hujan kepagian ini?
Yang tak harus terhubung
Bentang selat sunda, sungai lematang,
dan rimbun dialek bahasa antar desa

Aih tuan, ingat-ingatlah selalu
Sekeliling muara, sepanjang ruas kota
Kering keringat para pekerja

Sebab di pabrik,
hujan belum turun-turun juga.
MH. Maulana,
Sumatra selatan, Agustus 2018.

BAGIKAN