PERNYATAAN SIKAP “GERAKAN BURUH BERSAMA RAKYAT”

 

PADA AKSI MAYDAY, 1 MEI 2019

(KPBI, KASBI, KSN, SGBN, SP/SB Jarkom Perbankan, SP Danamon, SP Jhonson, Pergerakan Pelaut Indonesia, FPPI, LMND, AKMI, FMK, KPR, GPPI, SEMAR UI, FIJAR, GPMJ, LBH Jakarta, YLBHI, KIARA, KPA, KPO PRP, Perempuan Mahardhika, BEM Jentera, BEM Esa Unggul, GMNI Presidium, LIPS, KontraS, TURC, Sempro, WP KPK, Komite Pekerja Freeport, Walhi, Kiri Sosial, BEM UI, SMI, BMI)

1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional. Indonesia sendiri pertama kali memperingatinya pada tahun 1918. Namun sejak Orde Baru berkuasa peringatan hari buruh 1 Mei dilarang hingga kemudian baru diperingati kembali pada tahun 1995. Dari peringatan pertamakali hingga dengan hari ini, masih menyisakan persoalan yang relevan dalam pemenuhan hak buruh-pekerja. Maka kami menyatakan sikap atas situasi pemenuhan hak perburuhan-ketenagakerjaan baik Dunia dan Indonesia sebagai berikut:

Situasi Internasional :

1. Kapitalisme global telah membawa dunia pada peperangan, kemiskinan global, kerusakan lingkungan, ketidak-adilan berbasis identitas gender dan sekusual serta perpecahan antar Rakyat dunia berdasarkan sentimen-sentimen suku, agama, ras maupun identitas gender dan identitas seksual. Oleh karena itu, bersama gerakan buruh dan Rakyat dunia, kami menyerukan perdamaian dunia dan mendesak diakhirinya perang di seluruh dunia. Indonesia yang kali ini mendapatkan kesempatan menjadi Ketua Dewan Keamanan PBB, harus aktif mendorong dihentikannya perang di Yaman, Suriah, Libya dan di tempat-tempat lainnya.

2.Bersama gerakan buruh dan Rakyat dunia, kami menyatakan solidaritas dan dukungan terhadap perjuangan Rakyat Palestina- mendesak segera dihentikan penjajahan Israel atas Palestina. Kami juga bersolidaritas atas perjuangan Rakyat Venezuela dan Kuba dalam melawan intervensi Amerika Serikat, mendesak agar Amerika Serikat tidak ikut campur urusan negara lainnya. Kami juga bersolidaritas terhadap perjuangan Rakyat Papua, dan mendesak digelarnya solusi damai atas masalah Papua.

3.Bersama gerakan buruh dan Rakyat dunia, kami mengecam sikap fanatisme buta dan sangat berlebihan, atas keyakinan/agama tertentu yang mengakibatkan terjadinya serangan-serangan kebencian terhadap kelompok keyakinan/agama lainnya, di mana fenomena ini semakin meluas di belahan dunia (entah dalam bentuk Islamphobia, Kristenphobia, Chinaphobia, Homophobia, Komunisphobia dan seterusnya).

4.Bersama gerakan buruh dan Rakyat dunia menyerukan perlawanan global terhadap sistem kapitalisme global, dan menyerukan untuk membangun satu sistem dunia baru yang berdasarkan pada kemerdekaan sejati, kesetaraan, perdamaian, keadialan gender dan ekologis.

Berikut ini adalah pengamatan kami atas situasi Indonesia :

– Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, bukan saja tidak membawa harapan perubahan yang lebih baik bagi lapisan Rakyat miskn Indonesia (yang di dalamnya termasuk kaum buruh), namun justru telah membelah Rakyat berdasarkan sentimen-sentimen keagamaan maupun sentimen-sentimen berdasarkan kesukuan.

– Pemilu 2019 juga adalah pemilu paling brutal yang menewaskan 300 lebih petugas Pemilu 2019 dan menyisakan 2000 lebih orang dalam keadaan sakit akibat dari jam kerja berlebih. Bagi kami ini adalah bentuk perbudakan modern yang dilakukan oleh negara secara langsung tapi kemudian Rakyat dibuat menjadi tunduk dan memandang seolah-olah Pemilu 2019 adalah pemilu yang aman dan damai sebagaimana yang dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo atas responnya pada kasus kematian petugas pemilu 2019.

– Struktur Ekonomi-Politik yang timpang serta patriakhis, dimana hanya sebagian kecil orang (Oligarki) mendapatkan manfaat maksimal, sementara mayoritas Rakyat Indonesia justru tidak mendapatkan manfaat dan malah tersingkirkan. Pemilu 2019 tidak menunjukkan akan ada perubahan berarti bagi Rakyat.

– Sengketa lahan dan perampasan ruang hidup Rakyat yang dilakukan oleh Negara kongkalingkong dengan para kapitalis atas nama pembangunan Indonesia melahirkan banyaknya kekerasan horizontal, kriminalisasi para pekerja-buruh, petani dan nelayan.

– Situasi ini akan melahirkan pemiskinan struktural terhadap mayoritas Rakyat Indonesia yang akan terus terjadi di kemudian hari, dan kelompok perempuan, anak, masyarakat adat serta kelompok minoritas lainnya akan sangat terdampak.

Oleh karena itu Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) menyatakan sikap :

1. Perubahan di Indonesia, hanya bisa membawa manfaat maksimal bagi lapisan Rakyat kecil Indoesia, jika Rakyat sendirilah yang mengambil inisiatif jalan perubahan baik secara politik, ekonomi, budaya, lingkungan dan seterusnya. Inisiatif Rakyat ini, hanya akan efektif dan berdaya besar bagi perubahan besar, jika bersatu dalam satu gerakan dan alat perjuangan bersama.

2. Keharusan akan persatuan gerakan Rakyat ini, tidak bisa lagi ditunda-tunda, sebab di depan mata Rakyat Indonesia akan berhadapan dengan : Semakin banyaknya perampasan ruang hidup Rakyat, penggangguran yang semakin meningkat, penurunan daya beli Rakyat (penurunan upah riil buruh), jam kerja yang semakin tinggi dan status kerja yang makin rentan di PHK, diskriminasi yang makin kuat terhadap perempuan dan kelompok-kelompok minoritas, pembatasan ruang-ruang ekspresi Rakyat (termasuk pembatasan hak berpendapat), akses terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan yang semakin terbatas (terutama yang berkualitas tinggi), perusakan lingkungan hidup yang semakin parah dan represi negara yang semakin keras terhadap aksi-aksi protes Rakyat.

3. Dengan kata lain, Politik Oligarki hanya bisa ditandingi dan dikalahkan oleh Politik Persatuan Rakyat.

4. GEBRAK sebagai embrio Politik Persatuan Rakyat akan segera menggagas satu rencana kerja bersama kelompok-kelompok gerakan lainnya, untuk mewujudukan satu Gerakan Nasional Politik Rakyat dengan bertumpu pada partisipasi luas Rakyat Indonesia, terutama lapisan Rakyat yang selama ini tak pernah diperhatikan-tersingkirkan.

5. GEBRAK akan mengutamakan nilai-nilai kesetaraan terhadap sesama manusia terlepas dari identitas suku, agama, ras, gender dan orientasi seksual untuk itu GEBRAK menolak sentiment-sentimen berbasis pada identitas tersebut digunakan dalam memecah belah Rakyat itu sendiri.

Demikian Pernyataan Sikap Gerakan Buruh Bersama Rakyat.

“Selamat Hari Buruh Internasional, Panjang Umur Perlawanan!”
Jakarta, 1 Mei 2019.

-GERAKAN BURUH BERSAMA RAKYAT-

HUMAS :
KASBI : NINING ELITOS (0813 1733 1801),

KPBI : ILHAMSYAH (0812 1023 5552),

KSN : HERMAWAN , SGBN : YAHYA 0813 1672 4952,

LBH JAKARTA ARIF MAULANA: 0817 256 167

BAGIKAN