Pekerja Muda Berjuang untuk tempat Kerja yang Aman, Layak, dan Kerja Tetap!

Pernyataan sikap;
Federasi SERBUK Indonesia
Menyambut International Youth Day (IYD) 2020,
12 Agustus 2020.

Amandla!
Power To The People!

Pada Sabtu, 1 Agustus 2020, beberapa media online menulis tentang negara-negara maju yang terkena resesi atau pertumbuhan ekonomi negatif pada dua kuartal berturut-turut. Mengutip tulisan di kumparan.com, setidaknya ada tujuh negara yang perekonomiannya terjerembab ke dalam resesi: Singapura, Prancis, Jepang, Hongkong, Jerman, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Ada negara yang mengalami kontraksi disebabkan oleh pembatasan sosial dan lockdown yang diterapkan negara tersebut, akibat pandemi virus corona. Singapura sebagai salah satu contohnya; negara yang bergantung pada sektor perdagangan ini pertumbuhan ekonominya -37% setelah mengambil kebijakan lockdown yang menghentikan sektor perdagangan dan konstruksi. Hal itu berakibat pada tingkat pengangguran di Singapura naik tajam. Data sementara dari Kementerian Ketenagakerjaan Singapura memperlihatkan, tingkat pengangguran di periode April-Juni 2020 mencapai 2,9%. Ini merupakan level tertinggi pada tingkat pengangguran di Negeri Singa tersebut dalam satu dekade terakhir. Dalam liputan yang sama kumparan juga menyebutkan bahwa Covid-19 hanya mempercepat sebuah negara masuk ke ‘jurang’ resesi, seperti yang dialami Korea Selatan. Negeri yang budaya popnya mendunia itu perekonomiannya sudah melambat sejak Oktober 2017 silam, seperti dikatakan direktur Bank Korea. “Turunnya ekonomi Korea telah terjadi sejak Oktober 2017. Namun, guncangan pandemi COVID-19 mempercepat penurunan tersebut,” ujar Park Yang-soo, dilansir dari Nikkei Asian Review, Kamis (23/7).

Laporan paling mutakhir, perekonomian Amerika Serikat April-Juni mencatat pertumbuhan negatif sebesar 32,7 persen, lebih buruk dari pada kuartal I atau Januari-Maret yang ‘hanya’ minus 5. Bahkan untuk Amerika Serikat, Forbes mengajukan prediksinya, bahwa 2020an bisa menjadi dekade terburuk dalam sejarah Amerika Serikat –yang dipicu oleh pengaruh buruk dari krisis kredit global yang lebih diperburuk oleh pandemi Covid-19.

Kapitalisme sedang Krisis!
Kapitalisme sedang Krisis!

Bagaimana dengan di Indonesia? Meskipun pemerintah berpendapat bahwa perekonomian Indonesia masih aman dari resesi namun faktanya dampak-dampak krisis ekonomi sudah dirasakan rakyat sejak berbulan-bulan, atau bahkan sudah terasa dalam tahun-tahun terakhir. Pemutusan Hubungan Kerja terjadi di mana-mana, bahkan angkanya terus meningkat, data dari Kementerian Ketenagakerjaan RI menyebut per Juni 2020 sudah ada 5,2 juta orang terPHK atau dirumahkan. Celakanya, Pemerintahan Joko Widodo tidak mengambil kebijakan yang melindungi rakyatnya di tengah situasi sulit akibat krisis ekonomi dan Pandemi Covid-19. Yang ada justru Pemerintah melindungi kepentingan Oligarki.

Menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang berdampak pada ekonomi rakyat, seharusnya pemerintah lebih fokus menangani dampak dari pandemi berbasis pada Konstitusi yaitu menggunakan segala sumber daya yang ada untuk menyelamatkan kehidupan rakyat, bukan justru melapangkan jalan penghisapan dan eksploitasi sumber daya alam dan manusia, melalui Omnibus Law RUU Cipa Kerja. Yang dalam pasal-pasalnya melegalisasi penghisapan tenaga kerja dan perusakan alam.

Seperti banyak kritik diajukan oleh berbagai kalangan, RUU ini akan menciptakan perbudakan modern jika sampai disahkan. Angkatan kerja baru, yang bisa jadi itu anak-anak kita, saudara-saudara kita, tetangga kita dan orang-orang yang kita cintai, akan berada dalam kondisi kerja yang jauh lebih buruk dari pada hari ini. Tanpa kejelasan status. Tanpa jenjang karis. Tanpa hak pensiun. Dan tanpa upah yang layak. Karena Omnibus Law RUU Cipta Kerja akan menghapus norma itu yang tertulis dalam UU No. 13/2003 itu.

Resesi, pandemi Covid-19 dan kemiskinan yang menimpa mayoritas rakyat di segala penjuru mata angin adalah bukti kegagalan kapitalisme sebagai jalan peradaban. Oleh karena itu ia harus dihentikan dan dikubur bersama sistem sosial lainnya yang pernah eksis. Dunia perlu wajah baru yang tidak bengis, penuh kasih sayang, dan tanpa penindasan.

Organisasi Pemuda memperingati Hari Pemuda Internasional 2020.
Organisasi Pemuda memperingati Hari Pemuda Internasional 2020.

Setiap tanggal 12 Agustus, sejak tahun 2000, dunia mendedikasikan tanggal itu sebagai International Youth Day atau Hari Pemuda Internasional. Bertepatan dengan itu Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK) merasa berkepentingan untuk melawan segala bentuk penghisapan dan eksploitasi kapitalisme. Dari sejarah kita bisa belajar, untuk menentukan masa depan kita seperti apa. Dan masa depan itu adalah kaum muda. Oleh karena itu SERBUK bersama dengan afiliasi Building and Woodworkers’ International (BWI) di seluruh dunia, menaruh perhatian pada kaum muda di seluruh dunia, mereka adalah pemilik dunia ini di masa depan. Yang bisa kita lakukan adalah mendorong terciptanya atmosfir yang baik, hari ini, agar kaum muda bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Tahun ini, di tengah ancaman keberlangsungan kerja akibat kegagalan kapitalisme SERBUK dan BWI sengaja mengampanyekan perlindungan keberlangsungan kerja bagi pekerja muda dengan slogan: “DECENT, SAFE, PERMANENT JOB” (KERJA LAYAK, KERJA AMAN, KERJA TETAP). Sebagai usaha mendorong terciptanya ‘atmosfir’ yang baik untuk kaum muda di Indonesia khususnya dan pemuda di seluruh dunia pada umumnya.

Terakhir, SERBUK akan menggalang kampanye yang luas untuk mengajak elemen muda baik itu dari serikat buruh, petani, miskin kota dan mahasiswa untuk bersama-sama menuntut Pemerintah menyediakan Pekerjaan layak, aman dan tetap untuk pekerja dan pekerja muda. Dan mulai hari ini, sebagai puncak peringatan #IYD2020, SERBUK mengajakpekerja muda untuk hadir dan bersama-sama membangun serikat pekerja yang kuat. Sebagaimananprofil-profil pekerja muda yang telah kami sampaikan dalam beberapa hari lalu serta parade poster dari lebih 40 kota; semua diharapkan menggugah kesadaran akan pentingnya serikat pekerja sebagai alat perjuangan kaum pekerja.

Selamat memperingati Internasional Youth Day 2020.
Amandla!
Power To The Youth!
Power To The Women!
Power To The Workers!
Power To The People!

Karawang, 12 Agustus 2020

Subono,
Ketua Umum.

BAGIKAN