MENUJU PERINGATAN HARI PEREMPUAN INTERNASIONAL: UANG PENGGANTI CUTI HAID, MEMBELI RASA SAKIT BURUH PEREMPUAN.

 

Buruh perempuan yang bekerja, mengalami haid, dan kemudian cuti adalah sesuatu yang normal, wajar, normatif, dan tidak melanggar hukum.

Tidak ada yang salah dengan semua siklus itu. Namun, situasi di tempat kerja sangat rumit. Kompleksitas permasalahan cuti haid sedemikian berkelindan dan pada ujungnya menempatkan buruh perempuan sebagai pihak yang paling dirugikan.

Kenapa mereka harus dipaksa tetap bekerja, padahal mereka mengalami sakit yang luar biasa? Rasa sakit dan nyeri itu dirasakan mayoritas buruh perempuan.

Mengutip hasil survey yang dilakukan oleh Frontier, –sebagaimana dimuat dalam Tibunjabar.co.id– Lelitasari Danukusumo menyebutkan data bahwa 62,7% dari perempuan Indonesia mengalami nyeri ketika haid dan menjadi kendala ketika beraktivitas.

Pengalaman Rusmalahati Rusli dari Muara Enim menegaskan situasi ini. Mala menjelaskan bagaimana rasanya buruh perempuan yang sedang haid. “Kalau sedang haid itu saya itu pasti sakit, pegel banget, gelisah, dan gak bisa tidur. Kalau susah tidur, penyakit lain pasti datang, batuk, pilek, pusing, bawaannya emosi mulu,” jelas Mala. Mala tidak sendiri, ada banyak buruh perempuan yang mengalami sakit yang sama.

Buruh pabrik garmen adalah yang paling susah kondisinya. Mereka mengalami hal yang sama tentang rasa sakitnya ketika haid. Mereka bercerita kalau haid pasti sakit, tapi dilarang cuti, gak boleh izin, dan harus tetap bekerja. “Bos bilang target kerjaan banyak, harus eksport, kalian harus bekerja. Kan sudah diganti uang?” tutur mereka menirukan suara Mandor di pabrik.

Pengalaman buruh perempuan di pabrik pengolahan udang –seperti diceritakan Domin Dhamayanti– juga sama. “Kalau pas haid itu kan nyeri, perut kram banget, kerja harus berdiri selama delapan jam, ngaduk empat puluh tong terus menerus,” ungkap Domin. Menurutnya, eksploitasinya sudah sangat kejam dan perusahaan hanya peduli dengan produksi saja.

Perusahaan yang melarang buruh untuk cuti haid dan kemudian menawarkan uang kompensasi pengganti cuti haid, sejatinya sedang membeli rasa sakit buruh demi akumulasi keuntungan mereka!

#IWD2018

#BURUHPEREMPUANBERSERIKAT
#CUTIHAIDPENTINGBANGET
#AYOCUTIHAID

BAGIKAN