“Kita harus bersatu, tanpa perlu lagi memandang bendera serikat kita!”

Pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan sendi kehidupan pekerja, bukan saja di Indonesia, tapi juga secara global. Pekerja muda, yang berada dalam usia 18-35 tahun, tak aman dari ancaman tersebut. Menurutnya, ancaman itu nyata di depan mata. Covid-19 akan berubah menjadi krisis ekonomi yang membahayakan hidup pekerja, tua maupun muda. “Kami mendapatkan ancaman PHK, kehilangan upah, kehilangan jaminan kesehatan, dan tentu kehilangan kesejahteraan,” kata Usman.

Bagi Usman, tidak ada cara lain bagi kaum pekerja untuk mengantisipasi ancaman itu, selain segera bergabung dengan serikat pekerja dan menyusun rencana masa depan yang lebih progresif. Selain sebagai Koordinator Komite Wilayah Jawa Barat, SERBUK Indonesia, Usman saat ini menduduki jabatan sebagai Ketua Serikat Pekerja di PT Daiwabo Nonwoven Indonesia, perusahaan multinasional dari Jepang. Bergabung dengan serikat pekerja sejak 2016, membuatnya semakin yakin dengan jalan perubahan. “Serikat pekerja mengajarkan banyak hal dalam hidup saya; solidaritas, integritas, dan juga pengetahuan-pengetahuan baru yang bermanfaat,” tegasnya menceritakan pengalamannya dalam berserikat.

Menghadapi situasi pandemi Covid-19, Usman memberikan desakan kepada Pemerintah Indonesia untuk lebih fokus menangani dampak pandemi, bukan malah memaksakan kehendak untuk mengesahkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang justru menggerus kehidupan kaum pekerja. Usman, merupakan bagian yang aktif dalam perjuangan penolakan Omnibus Law di Indonesia. Bersama serikat pekerja di perusahannya, Usman terlibat dalam berbagai aksi penolakan Omnibus Law dan berbagai kebijakan anti buruh. “Penanganan virus harusnya lebih fokus, bukan malah memaksakan Omnibus,” tegas Usman.

 

Terkait dengan Peringatan International Youth Day (IYD) 2020, yang diserukan oleh Building and Woodworkers’ Global Union, Usman menaruh harapan besar agar ke depan, kaum pekerja muda lebih siap menghadapi tantangan dan ancaman global. Baginya, #IYD2020 merupakan momentum bagi kaum pekerja muda untuk maju dan berjuang lebih progresif. “Globalisasi dan segala perangkat yang disekenariokan oleh Revolusi 4.0, memberikan pesan kepada kita semua. Ke depan, kita tidak hanya bekerja dengan mengandalkan otot, tapi juga ditantang untuk berdaya dengan menguasai teknologi,” harapnya.

Selamat merayakan #IYD2020, Kaum pekerja muda bersatulah! Amandla!

Usman Sopiyan (34)
Pekerja di PT. Daiwabo Nonwoven Indonesia
Koordinator Komite Wilayah Jawa Barat, SERBUK Indonesia.

BAGIKAN