Hari ke-1, Bersepeda Jogja-Jakarta Tolak Omnibus Law: Berangkat! 

Selepas maghrib (9/7) massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) dan Forum Komunikasi Buruh Bersatu (ForkomBB) menguatkan kembali lingkarannya. Di tengahnya, Tiga Sepeda dengan ukuran tinggi menjulang dan Satu Sepeda berukuran sedang berdiri gagah. Cahaya lampu yang berpendar di gedung LL Dikti kota Yogyakarta menambah suasana berangsur khidmat.

“Aksi bersepeda tolak Omnibus Law dari Jogja ke Jakarta ini adalah sebuah penegasan bahwa dampak omnibus law akan merembet ke semua sektor. Aksi ini akan menjadi penghubung menuju aksi besar seluruh indonesia tanggal 16 Juli, tepat di mana RUU ini disidangkan. Kita harus tegas menolaknya. Batalkan Omnibus Law!”

Massa aksi riuh serentak menjawab, “Batalkan!”

Jarpo, Departemen Media Serbuk Indonesia, selepas orasinya, kembali pada sepeda tinggi menjulangnya. Bersama tiga kawan pesepedanya, optimisme itu bagaikan bara api. Menambah bara semangat petang itu.

Empat pesepeda akan mengarungi 551 km jarak dari kota gudeg menuju kota pusat kekuasaan. Selama satu minggu, waktu akan ditempuh di jalanan rute jalur selatan. Semua dilakukan dalam koridor protokol kesehatan.

200-an massa aksi hening sejenak dalam sesi doa yang dilangsungkan. Doa terbaik untuk keselamatan aksi bersepeda dan batalnya Omnibus Law dibatinkan. Setelalahnya, kaos bertuliskan tolak Omnibus Law dari ARB diberikan. Beberapa berfoto sejenak dan saling menyemangati untuk perjuangan.

Koor Darah Juang memecah langit malam. Massa aksi berjalan mengiringi pesepeda menuju jalan raya. Kepal tangan dan pekik sorak bersahutan. Berkali-kali dilantangkan, Hidup Buruh!, Hidup Rakyat!, Hidup Pesepeda yang berjuang!!!.

Menurut yang telah dijadualkan, di hari pertama pemberangkatan, Empat pesepeda ini akan langsung menempuh jarak sampai Purworejo untuk beristirahat sejenak. Di sana, Ratih, Serbuk Jateng-DIY akan menyambut. Meneguhkan dan menyemangati perjuangan untuk terus dilanjutkan.

Kota budaya, Yogyakarta, lagi-lagi menunjukkan semangat itu. Semangat Empat Pesepeda yang mengisi ruang perlawanan dengan cara terbaiknya. Lampu kerlap-kelip di kemudi sepeda menampakkan kilaunya yang berangsur menjauh. Satu duo, tigo ampat. Bersepeda tolak Omnibus Law, Berangkat!!!.

Bersambung…

 

BAGIKAN