Ambet Yuson – Sekretaris Jenderal BWI GUF: Kita Memenangkan 4 Tuntutan Perjuangan untuk Piala Dunia!

Dalam rangkaian Kongres Internasional ke-4 di Durban, Afrika Selatan, Rabu (29/1) merupakan momentum yang sangat penting bagi Building and Wood Workers International Global Union (BWI GUF). Melalui sebuah pidato yang sangat inspirastif, Abet memberikan berbagai pandangan masa depan terkait dengan perspektif perjuangan BWI GUF.

Perjalanan BWI GUF dalam memperjuangkan hak-hak buruh konstruksi terkait dengan penyelenggaraan Piala Dunia di bawah otoritas organisasi sepak bola dunia (FIFA) berhasil memenangkan 4 tuntutan yang diperjuangkan.

Dalam pidatonya, Ambet menyatakan bahwa sesudah anggota di berbagai Negara melakukan aksi dan tekanan kepada FIFA dengan aksi bertajuk “Red Card for FIFA”, BWI GUF berhasil menandatangani kesepakatan dengan FIFA.

“Kita menang! Dan semua ini, merupakan dedikasi dari BWI untuk semua anggota yang ada di seluruh dunia yang tidak pernah lelah berjuang,” ungkap Ambet dalam pidatonya. Menurutnya, kemenangan tersebut adalah:

Pertama, BWI GUF berhasil menandatangani memorandum kesepahaman (MoU) dengan otoritas pelaksana Piala Dunia 2022 di Qatar. Keberhasilan ini, mengharuskan Qatar menerapkan standard yang yang sama untuk semua buruh konstruksi yang bekerja untuk membangun berbagai stadion dan proyek infrastruktur untuk Piala Dunia. Ressie S. Fos yang bekerja untuk pengorganisasian buruh konstruksi di Qatar menyebutkan bahwa selama ini ada diskriminasi untuk buruh konstruksi, terutama bagi para buruh imigran.

Kedua, FIFA menyepakati mekanisme Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang melibatkan semua perusahaan multi-nasional yang terlibat dalam semua pembangunan stadion Piala Dunia 2022. OECD adalah organisasi multi-negara yang didirikan dengan tujuan memperkuat kerjasama dan pembangunan ekonomi antar Negara demi mewujudkan stabilitas perekonomian yang berkelanjutan. Semua Negara yang tergabung dalam OECD wajib mematuhi hukum nasional dan internasional; termasuk perburuhan.

Ketiga, BWI GUF akan terlibat menjadi advisory board dalam pelaksanaan hak para buruh dalam proyek infrastruktur FIFA. Kesepakatan ini, memastikan BWI GUF hadir dalam semua penetapan standard kerja, keamanan, kesehatan, upah, dan hak-hak buruh lainnya.

Keempat, FIFA mengadaptasi pelaksananaan standard internasional yang ditetapkan International Labour Organisatiton (ILO) dan memastikan pencantuman semua standard tersebut dalam semua dokumen untuk Piala Dunia 2026. Pencantuman standard dan peraturan internasional memastikan buruh bekerja dalam standard keamanan yang baik, tempat kerja yang aman, dan hak yang sesuai dengan hukum.

Menutup pidato yang berlangsung selama 9 menit tersebut, Ambet bertanya pada semua peserta Kongres,”Apakah Red Card for FIFA akan terus kita lanjutkan ?” Sontak semua peserta Kongres menyatakan YA! Ambet menegaskan bahwa “Kartu Merah” akan tetap kita berikan kepada FIFA sampai lembaga tersebut memastikan pemenuhan hak untuk semua buruh yang bekerja pada proyek konstruksi, keamanan di tempat kerja, dan buruh yang bekerja pada rantai pasokan mendapatkan perlakuan yang lebih baik.

VIVA BWI GUF!
AMANDLA! POWER TO THE PEOPLE!

BAGIKAN