“8 JAM KERJA = KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA LEBIH TERJAMIN”

POSTER MAY DAY 1:

#8JamKerja = Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lebih Terjamin. Poster ini berisi kombinasi angka 8 dengan logo resmi K3 sesuai dengan UU 1 tahun 1970 tentang K3. Maknanya, dengan #8JamKerja, buruh bekerja dengan kondisi fresh, tidak stres dan punya waktu istirahat yang cukup sehingga keselamatan dan kesehatan kerjanya menjadi lebih terjamin.

Data Statistik ILO memperkirakan Indonesia merupakan negara ke-3 di ASIA dengan jam kerja paling panjang setelah Korea Selatan dan Hong Kong. Berdasarkan data resmi itu, sebanyak 26 persen buruh kita bekerja lebih 49 jam selama seminggu. Data di lapangan jelas lebih banyak karena hubungan kerja yang semakin informal semakin sulit terlacak.

Di Muara Enim, Sumatera Selatan SERBUK Indonesia menemukan fakta bahwa buruh konstruksi harus bekerja selama 12 jam atau bahkan lebih. Seorang operator alat berat, harus naik ke atas mesin yang tingginya bisa 6-9 meter. Duduk diatas mesin dan terbakar sengatan matahari atau dihajar hujan dan angin. Selama 12 jam, mereka hanya berkesempatan istirahat sekali saja pada jam 12.00-13.00 untuk sekedar makan siang. Tidak bisa beribadah! Kelelahan akibat jam kerja yang panjang dan kondisi cuaca yang sedemikian ekstrim itu, menyebabkan buruh kontruksi kehilangan konsentrsi. Dan saat itulah, kecelakaan maut mudah terjadi. Inilah fakta dibalik tingginya angka kecelakaan kerja di sektor konstruksi yang mencapai 30% dari total kematian 2.400 orang buruh di Indonesia pada tahun 2015 lalu.

Kondisi yang kurang lebih sama, terjadi juga di sektor transportasi, pertambangan, pabrik elektronik, kerja kantoran, jurnalis yang dikejar target atau pekerja kreatif semisal sutradara, desainer grafis, artis dll yang bekerja dibawah deadline. Pada 2017, jurnalis foto Guntoro tewas kelelahan ketika meliput. Pada 2013, pekerja kreatif Mitra Diran tewas setelah lembur dan 30 jam tak tidur. Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI), dalam sebuah workshop pada 18 Maret 2017 lalu menyebutkan fakta stress dan depresi karena jam kerja panjang, berujung keputusasaan dan akhirnya bunuh diri. Di Jepang, dalam 12 bulan ada 93 peristiwa bunuh diri atau percobaan bunuh diri yang diakui sebagai akibat bekerja berlebihan.

#8JamKerjaBukanHadiah
#8JamKerjaSedangDibajak
#Kembalikan8JamKerja

MAY DAY 2017, MARI BUNG REBUT KEMBALI 8 JAM KERJA!

BAGIKAN